Tampilkan postingan dengan label Jambi Wilayah Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jambi Wilayah Timur. Tampilkan semua postingan

Bawaslu Prov Jambi pagi ini diseruduk masa

Aksi demo dari Pro Dem


JAMBI -  Massa yang bergabung di bawah Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (Pro Dem), pada hari ini Senin (21/8), menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu Provinsi Jambi.  Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu Provinsi Jambi guna mempertanyakan masalah pembatalan Mahfud sebagai anggota Panwaslu terpilih. 

“Kami mempertanyakan alasan dianulirnya anggota Panwaslu terpilih atas nama Mahfud," ujar Umar, koordinator aksi dalam orasinya. 

Dalam aksinya, Pro Dem juga menuntut pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi untuk mundur karena dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya. “Masalah ini juga akan kita bawa ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi menyatakan jika pembatalan Mahfud sebagai anggota Panwaslu terpilih sudah sesuai prosedur. Asnawi menyebutkan, sebelum Mahfud dibatalkan pihaknya sudah melakukan klarifikasi dan verifikasi terkait dugaan keterlibatannya di partai politik. 

“Kita sudah melakukan komunikasi dengan pihak partai politik, yakni Partai Demokrat. Dan juga memanggil ketua Demokrat Batanghari Jasasila namun tidak hadir," ujar Asnawi.

“Ada juga saksi yang mengakui bahwa yang bersangkutan (Mahfud, red) adalah anggota partai politik,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi laksanakan buka Bersama

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi pada hari ini Kamis (15/06) melakukan buka bersama dengan masyarakat Jambi di rumah dinas Gubernur Jambi.

Gubernur dalam keterangan persnya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang menghadiri acara buka bersama ini.

"Acara buka bersama Pada hari ini bertujuan untuk mempererat silahturahmi dengan seluruh komponen masyarakat demi mewujudkan Jambi Tuntas 2021", ucap Zola.

Zola dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Provinsi Jambi adalah provinsi teraman di Indonesia. Oleh sebab ituari nersama kita terus menjaga kerukunan agar terciptanya suasana yang damai dan tertib di Kota Jambi, tutup Zola.

Menurut pantauan ulasan Jambi, Acara buka bersama ini dihadiri sekitar 250 undangan dari kalangan ormas paguyuban antar etnis dan suku se- Provinsi Jambi, dan Ferkompinda Provinsi Jambi. Acara ini dimulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga berita ini diturunkan, acafa sedang berlansung dengan agenda makan malam. (KJ)

Inilah besaran Zakat Fitrah Untuk Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari

Ilustrasi

JAMBI -  Zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan atau yang dikenal dengan Zakat Fitrah, sudah di tetapkan besarannya untuk umat muslim yang berdomisili di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari.

Pada dasarnya besaran pembayaran zakat fitrah adalah 2.5 kg beras yang biasa dikonsumsi, atau juga bisa diganti dengan uang tunai. 

Di Muaro Jambi, Di Kabupaten Muaro Jambi, untuk jumlah uang yang dikeluarkan sebagai pengganti beras, nominalnya disesuaikan dengan kualitas dan jenis beras yang biasa dikonsumsi warga. Tertinggi Rp 33.750, kualitas sedang Rp 27.500 dan kualitas rendah Rp 22.500.

Angka itu di dapat dari hasil pembahasan yang dilakukan oleh Kementrian Agama beserta Majlis Ulama Infonesia( MUI), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan memperhatikan daftar isian harga rata-rata bahan pokok dari Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan (Diskoperindag).


Sementara itu di Kabupaten Batanghari, Uang pengganti beras juga dibagi kedalam 3 (tiga) nominal, yaitu dengan nominal tertinggi sebesar Rp 35.000 perorang, menengah Rp 30.000 perorang, dan tingkat bawah sebesar Rp 25.000 perorang. 

Penetapan ini khususnya dalam bentuk uang tunai dan jumlah kadar zakat fitrah tersebut sifatnya masih sementara dan belum mendapatkan keputusan resmi dari Bupati Batanghari.

Besaran yang ada di Kabupaten Batanghari, tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Hal ini dinilai karena harga beras dipasaran masih dianggap stabil.

Kepala Kantor Kemenag Batanghari, Herman, mengatakan penetapan kadar zakat fitrah saat ini berdasarkan hasil pemantauan harga beras rata-rata di pasar kalangan dalam wilayah Batanghari dan harga ini masih bervariasi. (KJ)

Zola akan dapatkan Nama Calon Sekda terpilih, sebelum Lebaran Idul Fitri

Gubernur Jambi, Zumi Zola

JAMBI – Proses lelang jabatan di Provinsi Jambi kini masih dalam proses pelaksanaan. Sebut saja Lelang jabatan Sekda Provinsi Jambi dan lelang jabatan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah Provinsi Jambi.

Dalam proses lelang ini, banyak pihak yang memberikan komentar miring atas pelaksanaan lelang tersebut. Mulai dari anggapan bahwa lelang tak procedural, menyalahi aturan, dan lain sebagainya. Hal ini diakui oleh Gubernur Jambi Zumi Zola saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

“Ya, saya juga banyak mendapat laporan dan informasi, banyak yang mengatakan lelang ini tak procedural, tidak sesuai aturan dan lainnya. Banyak, tapi saya katakan, yang menentukan prosedural atau tidak itu kan KASN, silahkan saja. Kita inginkan prosedural, KASN sampai saat ini tidak ada masalah,” ujarnya, Jumat (9/6).

Jika merasa ada yang tak sesuai dan ingin menyampaikan kritik, Zola meminta, dibuat dalam bentuk tertulis. Nantinya, sambung Zola, kritik ataupun pandangan itu akan disampaikan pihaknya ke KASN.

“Kami tidak akan intervensi tim Pansel, kami ingin semua procedural. Kami lakukan sesuai kewenangan dan tidak akan berjalan keluar jalur yang sudah ditentukan KASN, baik itu lelang Sekda ataupun eselon II,” sebutnya.

Namun, kata Zola, dirinya tidak akan meladeni semua komentar miring yang ada. Sebab, jika harus meladeni satu persatu maka tidak ada waktu untuk membangun Jambi. “Habis waktu kita. Saya kenal dengan calon-calon, sebagai seorang gubernur. Tapi tidak berdasarkan kedekatan menempatkan pejabat,” tegasnya.

Zola menargetkan, sebelum lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah ini sudah didapat nama calon Sekda yang terpilih. Ini, kata Zola, juga sudah disampaikan ketua tim panitia seleksi lelang Sekda yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri. “Ya katanya sebelum lebaran ini sudah didapat nama,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa lelang jabatan Sekda Provinsi Jambi, sekarang masih menyisakan empat nama calon Sekda Provinsi Jambi yang tengah bersaing memperebutkan jabatan ASN tertinggi di Pemprov tersebut. Mereka adalah Erwan Malik, Arif Munandar, Asnawi AB dan M Dianto. Sementara itu untuk jabatan eselon II ada 170 ASN sedang bertarung untuk mendapatkan kursi pada level Kepala Dinas dilingkungan Pemprov Jambi.


Inilah sosok perempuan energik asal Kerinci, yang berpeluang dampingi SY Fasha

Kiri ke Kanan: Walikota Jambi SY Fasha, Yuliana Fasha, dan Camat Pal Merah: Hj. Mursida

Sosok perempuan energik satu ini, beberapa bulan terakhir telah mencuri perhatian publik. Ia aktif memposting kegiatan-kegiatannya di media sosial yang memperlihatkan bahwa program kerjanya menyentuh masyarakat di kecamatan yang ia pimpin.
Dia memiliki sifat yang luwes, supel, cerdas dan suka membaur dengan masyarakat. Gaya kepemimpinannya mirip dengan Tri Rismaharini alias Risma, Walikota Surabaya, Jawa Timur. Tak heran, jika ia saat ini menjadi sosok yang dirindukan masyarakat Kota Jambi. 
Sosok itu adalah camat Pal Merah Kota Jambi, bernama Mursida Juni, yang biasa dipanggil masyarakat dengan sapaan Bunda. Bunda memiliki perawakan yang sedang, dengan dandanan tanpa Make up. 
Ibu dua anak ini bertutur kalau ia lahir dari keluarga kurang mampu asal Kabupaten Kerinci 55 tahun yang silam. Sosok Bunda, kini dianggap telah berhasil merepresentasikan demokrasi yang kian hari kian cair. Atas keberhasilan tersebut, dia kini mendapat respon dari sejumlah partai politik untuk dapat mengikuti Pilwako Jambi yang akan digelar tahun depan. 
Dua partai besar yang berkuasa telah membuka peluang bagi Mursida, yaitu PDI Perjuangan dan Partai Golkar.
Sekretaris DPD I Partai Golkar, Sufardi Nurzain, mengatakan bahwa partainya terbuka bagi siapa saja untuk mencalon. “Siapa saja bisa bergabung dengan Golkar,” kata Sufardi. Hanya saja, Ketua DPD I Golkar Zoerman Manaf telah menjatuhkan pilihannya kepada Syarif Fasha, Ketua DPD Kota Jambi sebagai calon Kada yang akan diusung Partai Golkar pada Pilwako Kota Jambi 2018 mendatang. 
Sufardi melanjutkan bahwa peluang untuk menjadi calon pendamping Fasha masih terbuka. “Untuk pendamping bisa saja. Tergantung Fasha, karena Pak Zoerman memberi mandat langsung kepada Pak Fasha untuk menentukan pendampingnya pada Pilwako nanti,” pungkasnya.
Pengamat Politik Jambi, Navarin Karim, menyebutkan bahwa kemunculan sosok Mursida pada bursa Pilwako Jambi diyakini bakal menarik dan mewarnai pesta akbar lima tahunan ini. Mengingat, nama Mursida cukup dikenal di tengah masyarakat Kota Jambi.
“Menarik kalau dia (Mursida) maju, dan sangat perlu untuk diperhitungkan”, ungkap Navarin. Selain gemar blusukan, karakter Mursida ini menurut Navarin juga hampir sama dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Menurutnya, sekali lintas saja, ketika nama Mursida disebut, masyarakat Kota Jambi sudah mengenal.
Beliau ini aktif sekali di tengah masyarakat. Terakhir saya ingat dia ini camat di Jambi Selatan,” ujar Navarin.
Sementara itu Wakil Gubernur Jambi Dr. H. Fachrori Umar juga angkat bicara mengenai sosok Bunda, Fachrori Umar secara gamblang menyebutkan bahwa Mursida adalah ASN teladan yang patut ditiru oleh ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi. 

Saat ditanya kesediannya menjadi Bakal Calon Walikota Jambi di tahun 2018?, Mursida menjawab bahwa “Saya ingin menempatkan jabatan saya di hati masyarakat, bukan di kantong masyarakat. Jika masyarakat menginginkan, kenapa tidak,” tegasnya.
Bagi Mursida, untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan modal sarjana. Hal ini ia ungkapkan dalam sepenggal pantun. “Apalah arti siparang baja, kalau tidak bisa mengupas kelapa. Apalah arti gelar sarjana S1, S2, dan S3, kalau tidak tahu dengan warga,” ulasnya.(KJ)

Bawaslu Provinsi Jambi akan Rekrut Panwas di 11 Kabupaten/Kota

Ribut Swarsono, Komisioner Bawaslu Prov Jambi

JAMBI- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jambi dalam waktu dekat akan merekrut Panitia Pengawas Pemilihan untuk 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, hal ini disampaikan lansung oleh Pimpinan Bawaslu Jambi Ribut Swarsono pada hari ini Rabu (07/06).

Ribut mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan rekrutmen Panwas di 11 Kabupaten/Kota, dalam rangka menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Tahapan seleksi anggota Panwas akan dimulai dari pengumuman pendaftaran yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juni hingga 16 Juni mendatang.

Sedangkan untuk penelitian dan perbaikan berkas dilaksanakan pada tanggal 17 Juni sampai 24 Juni. Kemudian jika ditemukan kekurangan pendaftar yang kurang dari 6 orang di 11 Kabupaten/Kota, maka untuk melengkapi kekurangan di Kabupaten/Kota itu akan kita perpanjang pendaftarannya pada tanggal 3 Juli sampai 7 Juli mendatang.

Tes tertulis akan diadakan pada tanggal 10 sampai 16 Agustus, dan pada tanggal 11 hingga tanggal 17 Agustus pengumuman tes tertulis. Setelah itu peserta yang dinyatakan lulus tes tertulis akan dilakukan wawancara pada tanggal 14 Juli sampai 20 Juli 2017. 

Setelah itu, timsel akan mengajukan hasil dari rangkaian tes kepada Bawaslu Prov Jambi pada tanggal 18 Juli sampai 23 Juli. Pada tanggal 31 Juli sampai 9 Agustus, fit and proper test di Bawaslu Provinsi. Penetapan calon terpilih pada 7 sampai 14 Agustus, dan pengumuman 8 sampai 15 Agustus, dan rencana Pelantikan akan digelar sekitar tanggal 18 sampai 21 Agustus 2017. (*)

Pemerintah Ingin Menampung Aspirasi, Terkait dengan Wacana Pembubaran HTI

Moderator dan Para Narasumber

JAMBI - Mencuatnya wacana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah, berefek sampai ke daerah. Bahkan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan pembinaan organisasi kemasyarakatan Provinsi Jambi dengan tema Dialog Kebangsaan dalam kerangka NKRI terkait wacana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)oleh pemerintah.

Acara yang berlangsung Senin Siang (5/6) di Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Jambi ini, diikuti oleh ormas dan sejumlah undangan. Salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Koordinator Intelijen Kejati Jambi Susilo, SH, saat dihubungi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menampung aspirasi, terkait dengan wacana pembubaran HTI.

“Jadi kita dari Kejaksaan bersama pemerintah sebenarnya ingin melihat sejauh mana tanggapan dari masyarakat dalam menyikapi wacana tersebut, dan juga menjadi sarana untuk menampung aspirasi dari daerah”, ujarnya.

Bahkan ia juga menyayangkan ketidakhadiran dari pengurus HTI Jambi, dalam kegiatan tersebut. “Kalau HTI tadi datang kita bisa meminta mereka mengklarifikasi hal tersebut, karena mereka tidak datang, maka kita tidak mendengar pendapat dari HTI di daerah”, katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa HTI ini terdaftar sebagai organisasi masyarakat (Ormas), dimana dalam AD/ARTnya mengatakan bahwa HTI adalah gerakan dakwah yang berasaskan Islam dalam NKRI dan berdasarkan Pancasila. “Namun dalam kenyataannya HTI mengusung konsep khilafah, sedangkan khilafah sendiri adalah gerakan politik, maka hal tersebut melanggar AD HTI sendiri yang merupakan gerakan dakwah”, tambahnya.

Menanggapi wacana pembubaran HTI, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Jambi, Adithiya Diar mengatakan bahwa jika khilafah menjadi ideologi dari sebuah organisasi kemasyarakatan manapun juga, maka organisasi tersebut dapat dianggap bertentangan dengan ideologi bangsa yang harus dibubarkan melalui proses hukum yang berlaku. 


“Maka kami menghimbau kepada pemerintah untuk membubarkan organisasi manapun yang bertentangan dg ideologi bangsa harus berdasarkan hukum yang berlaku”, pungkasnya. (DD)

Identitas Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampung Bugis

lokasi penggerebekan


JAMBI - Dua orang yang diduga terkait dengan aksi terorisme Senin (29/5) malam ditangkap di Kampung Bugis, RT 35 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Dua orang yang ditangkap tersebut informasinya merupakan pasangan suami istri.


Pantauan di lapangan, Selasa (30/5) siang ini petugas kepolisian dari Polresta Jambi kembali mendatangi lokasi penangkapan. Kapolresta Jambi AKBP Fauzi Dalimunthe juga terlihat mendatangi lokasi penangkapan.



Dari lokasi penangkapan petugas kepolisian terlihat membawa sejumlah barang bukti, diantaranya CPU komputer. Selain itu, juga ada sejumlah barang yang dimasukkan di dalam kardus.



Kapolresta Jambi AKBP Fauzi Dalimunthe mengatakan dari terkait penangkapan tadi malam hanya satu orang yang saat ini diproses lebih lanjut. "Inisialnya M," ujar Fauzi yang dikonfirmasi di lokasi penangkapan, Selasa (30/5).



Adapun barang bukti yang diamankan seperti CPU komputer, laptop, dan beberapa barang lainnya. "Saat ini diproses di Polda Jambi," pungkasnya.

Densus 88 amankan Pasutri yang diduga terkait Jaringan Teroris

Rumah Kontrakan yang diamankan Densus 88

JAMBI - Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror mengamankan pasangan suami istri atau pasutri di Jalan Kampung Bugis, RT 35, Nomor 138, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin malam (29/5/2017). Keduanya diamankan di rumah kontrakannya karena diduga terkait jaringan terorisme.

Kapolresta Jambi, AKBP Fauzi Dalimunthe mengatakan, sampai saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jambi. Ia menyebutkan, sang suami berinisial M.

"Kami pihak Polresta hanya sebatas melakukan pengamanan lokasi Tempat kejadian perkara (TKP) setelah digerebek Densus, sedangkan untuk kasusnya ditangani langsung oleh Densus 88 anti teror dan yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jambi," kata Fauzi di Jambi Selasa (30/5/2017).

Menurut dia, dari lokasi tempat tinggal pasangan suami istri yang dijadikan tempat usaha service laptop dan komputer tersebut, tim Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti.

Belasan anggota Densus 88 berpakaian seragam lengkap, terlihat kembali mendatangi lokasi rumah kontrakan pasangan suami istri tersebut dan setelah hampir satu jam kemudian keluar membawa beberapa potongan barang dari dalam rumah tersebut.

"Beberapa barang diduga milik pasangan suami istri yang diamankan Densus berupa laptop, buku dan perangkat kumputer yang akan diperiksa guna kepentingan penyidikan," kata Fauzi kepada wartawan di lokasi pengerebekan.

Pihak Polresta Jambi belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait penangkapan pasangan suami istri tersebut, karena kasusnya masih ditangani oleh Densus 88 Anti Teror.

Saat ini, rumah yang dikontrak oleh pasutri sejak bulan Januari lalu itu, masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polresta Jambi. Densus 88 menangkap sang suami di salah satu masjid terdekat. Sementara istrinya diamankan dari dalam rumah kontrakan yang mereka huni. (KJ)

Cerita Warga Tentang Penggerebekan Terduga Teroris di Kampung Bugis

Aparat kepolisian tanpa seragam, berjaga diseputaran lokasi kejadian

JAMBI - Rumah yang diduga dihuni teroris di RT 35 Kampung Bugis, Kelurahan Kenali Besar, Kota Jambi digebek aparat polresta Jambi, senin (29/5/2017) malam.
Informasi dihimpun dari warga, penggerebekan berlangsung di salah satu rumah kontrakan di RT 35 Kelurahan Kenali Besar Kota Jambi. Proses penggerebekan berlangsung mulai pukul 21.00 WIB senin malam.
Pantauan di lokasi kejadian, hingga pukul 00.00 wib selasa dini hari warga masih berkerumun di sekitar lokasi kejadian, dan Puluhan personel kepolisian dari Polresta Jambi masih berjaga di lokasi kejadian.
Lorong dimana rumah yang digerebek tampak dijaga polisi dengan jarak sekitar satu kilometer dari rumah tersebut. Warga mengaku cukup kaget dengan penggerebekan yang berlangsung senin malam.
"Kejadiannya kami tahunya jam 22.00 WIB tadi, polisi banyak datang langsung menuju kesana," kata Man Black, warga sekitar.
"Kami tanya-tanya tadi katanya rumah itu ada teroris, ini masih dijaga, tidak boleh masuk karena udah dikasih garis polisi,"ujarnya.
Dari keterangan Man Black, ada dua orang yang dibawa aparat polisi dari lokasi penggerebekan. Namun belum diketahui identitas maupun status kedua orang tersebut. "Yang dibawa (polisi) laki-laki dan perempuan," ucap Man Black.

Dari pengakuan warga itu, seorang laki-laki yang dibawa polisi tersebut berperawakan sedang dan berjenggot. Sementara, pihak kepolisian dari Polresta Jambi hingga selasa dinihari belum memberikan keterangan. Namun, sejumlah pejabat tinggi Polresta Jambi tampak menggunakan baju biasa juga datang ke lokasi kejadian.

Fasha Dorong Penyandang Disabilitas Untuk Hidup Layak, Mandiri dan Berkarya

Sy Fasha saat membagikan kursi roda

JAMBI - Program inspiratif "Berbagi Kursi Roda Gratis Wali Kota Jambi" yang dipelopori oleh Wali Kota H. Syarif Fasha dilanjutkan kembali di awal bulan suci Ramadhan 1438 H. Sabtu (27/5), Wali Kota Fasha menyerahkan bantuan kursi roda gratis yang berasal dari gaji dirinya sebagai Walikota selama ini, kepada 4 orang penerima di 2 lokasi yang berbeda dalam wilayah Kota Jambi.
Puasa di bulan suci Ramadhan bukan menjadi halangan utama bagi Wali Kota yang terkenal sering turun langsung menyapa masyarakat ini untuk beraktifitas. Melalui momentum Ramadhan, program berbagi kursi roda gratis tersebut justru dimanfaatkannya untuk makin meningkatkan nilai ibadah dan menggapai sebesarnya rahmat dan berkah di mata Allah Swt.
Program inspiratif "Berbagi Kursi Roda Gratis Wali Kota Jambi", merupakan trend baru yang lahir dan dihadirkan untuk menjawab kebutuhan sebagian masyarakat yang sangat membutuhkan, yaitu penyandang disabilitas yang ada di Kota Jambi. Kehadirannyapun selama ini sangat ditunggu dan disambut hangat oleh penerima bantuan dan masyarakat sekitar.
Bagi masyarakat, bantuan Walikota Jambi tersebut merupakan penyambung asa dan memberikan motivasi baru bagi penyandang disabilitas, yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan. Hal tersebut tampak dan dirasakan langsung oleh Wali Kota Fasha ketika dirinya hadir menyapa masyarakat untuk menyerahkan bantuan tersebut.
Dilokasi penyerahan pertama, Wali Kota Fasha memberikan bantuan kursi roda gratis kepada Ibu Marnayati (52 Tahun), warga RT. 07 Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanaipura. Sudah 15 tahun dirinya menderita kelumpuhan akibat penyakit stroke pasca kematian suaminya. Selama ini dirinya hidup berpasrah diri bersama kedua anaknya, dirumah yang sangat sederhana.
Bagai gayung bersambut, mendengar adanya program kursi roda gratis Wali Kota Fasha, masyarakat sekitar yang peduli dengan kondisi tetangganya tersebut, segera menyampaikan permintaan dan langsung dipenuhi oleh Wali Kota Fasha. Rasa haru bercampur bahagia tampak dari raut wajah ibu dari dua orang anak tersebut. Bagaimana tidak, seorang pemimpin Kota Jambi menyempatkan diri mengunjungi dirinya untuk menyerahkan bantuan yang sangat dibutuhkannya saat ini.
Kepedulian dan perhatian tetangga sekitar yang luar biasa kembali ditunjukkan pada saat Wali Kota Fasha menyerahkan bantuan dilokasi pertama. Masyarakat juga langsung melaporkan bahwa ada warga disekitar lokasi tersebut yang juga sangat membutuhkan uluran tangan kursi roda gratis dari Walikota Jambi tersebut.
Wali Kota Fasha pun langsung merespon laporan tersebut dan menuju kelokasi kedua. Adalah Firdaus warga RT 01 Kelurahan Penyengat Rendah, pria yang kini berusia 27 tahun tersebut, dahulu pada saat dirinya duduk kelas 2 SD, terserang step. Sejak saat itu dirinya mendadak mengalami kelumpuhan permanen.
Saat dikunjungi oleh Wali Kota Fasha, Firdaus mengaku sangat terkejut sekaligus bahagia. Terkejut karena tidak menyangka akan dikunjungi dan diberikan kursi roda oleh Walikota Jambi tersebut. "Dak ado yang ngasih tau sebelumnyo Pak, kalau Pak Wali mau ke rumah kami ni". ujarnya.
Ungkapan syukur dan bahagiapun diungkapkan Firdaus kepada Wali Kota Fasha. Dirinya selama ini sangat mendambakan kursi roda tersebut untuk membantu dirinya hidup mandiri. "Terimo kasih banyak Pak, dengan ado kursi roda ni sayo biso mulai shalat Jumat di masjid Pak. Selamo ni sayo dak pernah ke mesjid lagi Pak". Ujar Firdaus.
Dilokasi ketiga, Wali Kota Sy Fasha menyerahkan bantuan kepada Syamsumardi (52 tahun), warga RT.15 Kelurahan Kenali Asam Atas. Mantan kontraktor tersebut, 13 tahun yang lalu mengalami kecelakaan kerja, sehingga menyebabkan dirinya tidak dapat bekerja lagi untuk menafkahi keluarga. Hal tersebut berimbas terhadap merosotnya kondisi ekonomi keluarga, seiring dengan kelumpuhan dirinya sebagai kepala keluarga.
Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Bapak Syamsumardi, ketika dikunjungi oleh Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha. Kesepian dirinya selama ini akibat kelumpuhan, seolah terobati dengan hadirnya orang nomor 1 Kota Jambi tersebut, yang berkenan memberi bantuan kursi roda gratis kepada dirinya.
"Saya ucapkan banyak terima kasih untuk Bapak Wali Kota Jambi, Pak Fasha. Kami doakan semoga Pak Fasha sukses kedepannya, karena kita butuh pemimpin yang mau melihat masyarakatnya. Terima kasih sekali lagi." Ujar Syamsumardi.
Dilokasi terakhir, Wali Kota Fasha menyerahkan bantuan kursi roda gratis kepada Bapak Suryadi (60 Tahun), warga Lorong Kenari II RT. 03 Kelurahan Kenali Asam Atas Kecamatan Kotabaru Jambi. Beliau sejak 5 tahun lalu terbaring lemah tak berdaya dikarenakan kecelakaan terjatuh dari pohon disekitar rumahnya. Kondisi yang lemah menyebabkan Pak Suryadi tidak bisa berobat ke dokter. Wali Kota Fasha pun menginformasikan bahwa saat ini Pemkot Jambi telah mempermudah masyarakatnya yang memiliki kondisi permasalahan seperti Pak Suryadi tersebut.
"Sekarang berobat sudah tidak sulit. Sekarang sudah ada yang namanya layanan Home Care, petugas kami yang terdiri dari dokter dan perawat, dilengkapi dengan mobil berisi peralatan medis akan datang kerumah Bapak. Bahkan jika diperlukan layanan dokter spesialispun bisa dilakukan dari rumah dengan videocall. Silahkan hubungi nomor layanan 119, petugas kami akan segera datang dan layanan ini gratis". Jelas Wali Kota Fasha.
Kehadiran Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha di setiap kunjungannya menyapa masyarakat untuk memberikan bantuan kursi roda gratis, seringkali menjadi momen yang luar biasa antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya. Banyak hal menarik terjadi ketika Wali Kota Fasha berinteraksi dengan masyarakat yang dibantu, maupun masyarakat sekitar lokasi tersebut.
Seperti yang terjadi saat Wali Kota Fasha memberikan bantuan di kediaman Ibu Marnayati dan Pak Suryadi. Selain memperhatikan kondisi si penerima bantuan kursi roda dari dirinya, Wali Kota Fasha juga turut memperhatikan kondisi anak-anak penerima tersebut. Wali Kota Fasha seringkali menanyakan latar belakang pendidikan dan pekerjaan mereka. Bagi yang belum bekerja, Wali Kota Fasha bersedia membantu memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Bahkan putri salah satu penerima bantuan tersebut yang merupakan lulusan FKIP Universitas Jambi, mendapat tawaran untuk mengajar privat anak Walikota Jambi tersebut.
Perhatian Wali Kota Jambi terhadap keseharian penerima bantuan pun, juga diperlihatkannya saat Wali Kota Fasha mendorong penerima bantuan kursi roda untuk tidak hanya berdiam diri didalam rumah, namun mengisi aktivitas sehari-hari dengan kegiata yang produktif. Wali Kota Fasha mencontohkan untuk memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan disekotar rumah untuk ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan mudah untuk dipelihara, seperti cabai.
"Kami akan bantu bibitnya, yang penting masyarakat kami penerima bantuan ini, dapat memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang produktif, bahkan menghasilkan, untuk membantu ekonomi mereka secara mandiri. Akan kita dorong dan kita support terus hal tersebut," tutup Fasha.
Sebagaimana diketahui, program bantuan kursi roda gratis Syarif Fasha dari gajinya sebagai Wali Kota itu juga bertujuan untuk memberikan motivasi bagi penyandang disabilitas dalam menggali potensi diri, karena tidak sedikit dari mereka memiliki kompetensi dan kreativitas. Oleh karenanya selain dukungan moril dari keluarga terdekat, pemberian kursi roda gratis itu diharapkan dapat membangun spirit untuk hidup mandiri. (infojambi.com/***)

PEMUDA MUHAMMADIYAH PROVINSI JAMBI SELENGGARAKAN SEMINAR INTERNASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER


Panitia dan Pembicara dari UPF
jambi - Seminar internasional Pendidikan Karakter yang bertemakan “membangun keluarga harmonis – tanggung jawab kita bersama” yang dilaksanakan atas kerjasama Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Jambi dengan Universal Peace Federation (UPF) yang di fasilitasi oleh Pemerintah Kota Jambi, pada Rabu (27/04) berlangsung sukses.
Seminar Internasional yang dilaksanakan di Aula Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi ini, diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan dan profesi. Tampak hadir dalam acara tersebut Ramli Taha, SH., MH. yang merupakan Ketua HKK Provinsi Jambi, Dr. Helmi, SH., MH. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Jambi, dan Dr. Hartati, SH., MH selaku Dekan FISIPOL Universitas Jambi.
Seminar yang dibuka langsung oleh Syarif Fasha selaku Walikota Jambi menghadirkan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd selaku narasumber, bersama Mrs. Ursula McLAckLand selaku Sekretaris Umum UPF Asia, dan Alfred R Forno selaku Sekretaris Umum UPF Indonesia.
Dalam sambutannya, Walikota Jambi Syarif Fasha mengapresiasi kegiatan Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Jambi. Ini adalah seminar internasional pertama yang dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan di Provinsi Jambi. Semoga kedepannya, kegiatan seperti ini juga bisa dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan lainnya, tegasnya.
Sementara itu, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jambi, H. Suhaimi Chan juga mengatakan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Jambi yang telah sukses menggelar Seminar Internasional ini. Ia mengatakan bahwa Kegiatan semacam ini adalah kegiatan yang besar dan langka di Provinsi Jambi. H. Suhaimi Chan juga mengatakan terimakasih pula kepada Bapak walikota Jambi Syarif Fasha, yang dapat memfasilitasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah.
Dalam Rangkaian Kegiatan seminar internasional ini juga terdapat penganugerahan duta perdamaian dunia dari UPF. Walikota Jambi SY Fasha menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan langsung oleh Mrs. Ursula McLAckLand selaku Sekretaris Umum UPF Asia yang didampingi oleh Alfred R Forno Sekrretaris Umum UPF Indonesia. Dalam konfrensi persnya, Mrs. Ursula McLAckLand mengatakan bahwa untuk mendapatkan Duta Perdamaian dunia ini harus melewati beberapa tahapan dan sangat selektif untuk kita berikan. Kita menyematkan duta perdamaian kepada Syarif Fasha karena kita menilai bahwa Syarif Fasha telah bersungguh-sungguh mengabdikan dan mendedikasikan dirinya untuk banyak orang dan kepentingan yang lebih besar. 
Senada dengan itu, Sekjen UPF Indonesia Mr. Alfred R. Forno mengatakan, kami menjadikan Wali Kota Jambi sebagai Duta Perdamaian karena Wali Kota Jambi itu telah melakukan perbuatan untuk kepentingan yang lebih luas dan bersungguh-sungguh. “UPF memberikan penghargaan ini kepada mereka yang bersungguh-sungguh mengabdikan dan mendedikasikan dirinya untuk banyak orang dan kepentingan yang lebih besar,” ujar Alfred.
 
Walikota Jambi Syarif Fasha adalah walikota kedua penerima duta perdamaian ini, sebelumnya kita juga telah menganugerahi kepada Walikota Manado. Atas apresiasi itu, Universal Peace Federation mengundang Walikota Jambi Syarif Fasha untuk mengikuti konferensi Internasional mengenai perdamaian di Thailand pada bulan Mei tahun ini.
Diwaktu yang bersamaan, Ketua HKK Provinsi Jambi Ramli Taha, SH., MH. yang juga salah satu undangan dalam acara tersebut juga menyatakan, acara ini telah sukses digelar oleh Pemuda Muhammadiyah Provinsi Jambi. Saya merasa bangga pada PWPM Jambi. Sejauh ini, hanya pemuda Muhammadiyah Provinsi Jambi organisasi kepemudaan di Provinsi Jambi yang mampu dan berhasil menghadirkan pembicara dari UPF, yang merupakan salah satu organisasi yang bersifat konsultatif PBB. Sukses terus untuk PWPM Jambi, tutupnya. (DD)

Salah seorang ibu di Kota Jambi, lahirkan Bayi yang sudah menjadi mumi

Ilustrasi
Dokter Kandungan RSUD Raden Mattaher, telah berhasil membantu seorang ibu yang melahirkan seorang bayi yang sudah menjadi mumi dengan berat 1,5 Kg, pada Senin kemarin (6/3). Bayi tersebut berhasil diangkat melalui operasi yang dilakukan selama kurang lebih 2,5 jam oleh tim dokter.

Dokter Kandungan RSUD Raden Mattaher, Paryanto S.poG, yang menangani kasus tersebut mengatakan "Bayi yang lahir tersebut telah menjadi mumi dan diperkirakan telah berusia 36 tahun di dalam kandungan. Hal ini dihitung jika dilihat dari saudaranya yang kini tah berusia 39 tahun, ujarnya.

Sebelum di operasi, pasien ini mengeluh karena mengalami sulit Buang Air Besar (BAB) dan ternyata ada benjolan di perut bagian bawah sebelah kiri. "Setelah kita lakukan penegakan diagnosis dan pemeriksaan medis, kita duga awalnya adalah pertama kemungkinan karena tumor yang sifatnya primitif yaitu tumor kista dermoi, tapi itu sudah lazim ditemui," ujarnya.

Kemungkinan kedua, jelas dr Paryanto, adalah jaringan bayi yang membatu di dalam, karena kasus ini sangat jarang, pihaknya pun membutuhkan pemeriksaan diagnosis tambahan, seperti Rontgen, USG dan city scan untuk mengetahui bayi itu menempel di bagian mana.

"Setelah dilakukan operasi, Alhamdulillah berhasil kita lakukan kemaren," pungkasnya.

Paryanto S.poG, Dokter Kandungan RSUD Raden Mattaher Jambi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap bayi yang telah menjadi mumi tersebut. Dari pembedahan yang dilakukan, awalnya berebentuk gumpalan, ditemukan rambut, bagian punggung, dan lekukan yang membentuk lengan, ujarnya kepada wartawan.

Datangi Lapas Klas II A Jambi, begini tanggapan Dirjend Pemasyarakatan

I wayan Kusmiantha sesaat sampai dilokasi
JAMBI - Direktur Jendral (Dirjen) Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) I Wayan Kusmiantha Dusak, pada kamis sore (2/3), tiba di Lapas Klas IIA Jambi.

Kedatangannya didampingi Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara. Kunjungan Dirjen PAS ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi lapas pasca kericuhan yang terjadi pada Rabu (1/3).

I Wayan Kusmiantha Dusak kepada awak media mengatakan, kerusuhan di lapas berawal dari rencana petugas yang akan melakukan razia narkoba di lapas. Razia ini dilakukan sebab petugas mencium indikasi adanya narkoba di dalam lapas.

"Beberapa waktu lalu kan ada pelemparan narkoba dari dalam dan sebagainya. Kan sudah ada gejala tentang kemungkinan ada narkoba di dalam. jadi tindaklanjutnya suapaya mereka ada faktor penjeraannya, maka secara periodik dilakukan tes urine bekerja sama dengan BNN," Ujar Dusak.

Dusak menuturkan, Lapas Klas IIA Jambi dihuni oleh sekitar 1.700 napi. Padahal, kapasitas lapas tersebut hanya untuk 500 orang. "Setiap daerah berbeda cara megatasinya. Tapi yang paling dominan pendekatan secara persuasif, harus ada komunikasi, karena mereka manusia juga, engak bisa kita jadikan musuh atau lawan," ujarnya.

Memindahkan sebagian napi sudah pernah dilakukan untuk menyikapi over capacity ini. Namun di samping itu, pihak lapas meyakini kerusuhan yang kembali terjadi di Lapas Jambi karena adanya provokator. "Kemarin waktu kerusuhan pertama itu sudah ada beberapa kita keluarkan, kemarin itu sudah saya coba cari akar permasalahannya, tidak semua napinya gitu, ini pasti ada orang yang memeng provokasi," ujarnya. 

Saat ditanya apakah provokator yang dimaksud akan dicari? ia menjelaskan "Iya pasti akan dicari provokatornya, karena kalau dia dibiarkan di situ saja nanti gitu lagi gitu lagi, kita cari," tutupnya. (KJ)

Ini tanggapan Kapolda, terhadap Kericuhan yang terjadi di Lapas Klas II A Jambi

Kapolda Jambi saat memberikan keterangan persnya
JAMBI - Kericuhan di Lapas Klas II A Jambi yang terjadi Rabu Malam (01/03), telah menyita perhatian publik secara nasional. Sehingga tersiar kabar yang simpang siur penyebab insiden tersebut.

Kapolda Jambi, Brigjend Yazid Fanani dalam keterangan persnya menyampaikan, bahwa penyebab kericuhan ini dikarenakan over capacity penghuni lapas dan kurang baiknya sarana yang ada di dalam lapas, terutama untuk penyediaan Air. Selain itu masih ada penyebab lain, yaitu mahalnya  harga barang yang dijual kepada napi di koperasi yang terdapat dalam Lapas. Hal inilah yang menyebabkan bentrok itu terjadi, ujarnya.

Sebelumnya telah dikabarkan bahwa aksi kericuhan tersebut disebabkan oleh adanya penolakan dari penghuni lapas untuk dilakukan razia, dan Kapolda Jambi membantah kabar tersebut. Beliau meluruskan bahwa semalam belum sempat dilakukannya razia, namun kericuhan telah terjadi. 

Dari kericuhan yang terjadi, Empat orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi diberitakan kabur. Mereka adalah Musbarni (26), Hendri Patria Wiranata (23), Johan Hutasoit (35), dan Atep Rahmat (38), hingga saat ini keempat orang tersebut masih dicari. (TZ)

Razia di Lapas Klas II A Jambi Rusuh, Napi perempuan diungsikan


JAMBI - Razia yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi pada malam ini (01/03) rusuh. Hal ini disebabkan adanya perlawanan yang dilakukan Narapidana terhadap razia yang digelar oleh petugas. Namun awak media tidak di izinkan untuk masuk ke dalam Lapas, sehingga harus meliput dari sepanjang jalan Pattimura (tempat kejadian-red).

Hingga berita ini diturunkan, masih tampak adanya kobaran api yang berasal dari dalam Lapas. Selain itu, ada juga suara teriakan suara keras yang bersumber dari dalam Lapas untuk melakukan perlawanan sebagai bentuk penolakan atas dilakukannya razia. Akibat kericuhan tersebut, sekitar 83 orang narapidana perempuan diungsikan, satu diantaraya sedang dalam kondisi hamil. 

Salah satu petugas Lapas yang tidak mau dicantumkan namanya menyampaikan, adanya pembakaran di ruangan koperasi yang dilakukan oleh Narapidana. Kondisi saat ini, ada sekitar 83 narapidana perempuan diungsikan dari dalam Lapas. Selain itu juga terdapat 2 orang warga lapas yang sedang sakit juga diungsikan. 2 orang yang sedang sakit itu, 1 berjenis kelamin laki-laki, dan 1 wanita. Para napi itu digiring oleh polwan dan petugas lapas. Hingga saat ini saya belum tau warga binaan tersebut akan dibawa kemana, terangnya.

Hingga saat berita ini diturunkan, kericuhan masih terjadi. Ratusan polisi bersenjata lengkap dikerahkan ke lokasi. Selain itu, juga terlihat beberapa prajurit TNI juga dikerahkan menuju lokasi untuk berjaga-jaga. Tampak 2 unit mobil pemadam kebarakan juga telah sampai di lokasi untuk memadamkan api yang telah menyulut. (KJ)

Polresta Jambi berhasil menggerebek home industri pembuatan narkotika

Ilustrasi
JAMBI - Anggota Polresta Jambi menggerebek home industri pembuatan narkotika jenis ekstasi, Senin (27/2). Penggerebekan dilakukan di Jalan Bafadal, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Penggerebekan kali ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani, Kasat Resnarkoba Kompol Hernianto Eko, Kasat Intelkam Kompol Faraouk Afero.

Pantauan di lapangan, dua orang diamankan dari rumah papan berukuran kecil itu. Dua orang yang diamankan tersebut diketahui bernama Chandra dan Sulaiman warga Solok Sipin, Kecamatan Telanaipura. Dari informasi di lapangan, kedua tersangka membuat pil ekstasi di rumah papan tersebut. Diduga, sudah dilakukan sebanyak dua kali. 

Sebanyak 116 butir pil ekstasi siap edar disita dari tangan Chandra dan Sulaiman. Ekstasi itu, ternyata dioplos oleh pelaku. Satu butir ekstasi dibagi menjadi tiga bagian dan dicampur paracetamol dan semen putih. 

Mendengarkan penggerebekan tersebut, Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani langsung turun ke lokasi. Dalam keterangan persnya, Kapolda menyampaikan bahwa hasil oplosan tersebut mereka jual dengan harga Rp 400 ribu per butirnya.

Dari pengembangan hasil pemeriksaan Chandra dan Sulaiman, ternyata bos dari home industri ini berada di dalam Lapas Klas IIA Jambi. saat turun ke lokasi penggerebekan menyatakan, "Ini dikendalikan seorang Napi yang berada di dalam Lapas Jambi," ujarnya. (KJ)

8,7 Kg Narkotika jenis sabu, diamankan oleh Polres Tanjabbar

Ilustrasi
KUALATUNGKAL- Penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu bernilai miliaran rupiah berhasil digagalkan Polres Tanjabbar. Penyelundupan sabu-sabu itu digagalkan pihak Polres pada sore tadi (27/2).

Informasi yang dihimpun oleh ulasanjambi, sabu-sabu dengan berat kurang lebih 8,7 kg ini dibawa oleh 4 (empat) orang penumpang kapal Marina dari Batam. Ia tertangkap usai turun di pelabuhan Kuala Tungkal. 

Pihak Polres Tanjabbar belum mengeluarkan pernyataan resmi soal tangkapan sabu dalam jumlah besar ini sebelum Kapolda Jambi sampai dilokasi. Setibanya Kapolda Jambi di Lokasi, kepolisian baru melakukan ekspos terhadap penyelundupan tersebut. 

Dalam keterangan persnya, Kapolda Jambi Brigjen Yazid Fanani mengatakan, bahwa ada empat orang pelaku yang ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu seberat 8,7 Kg, uang 13,4 juta, dan air softgun. Sabu-sabu ini rencananya dikirim ke Palembang dan Jakarta. Ini sindikat internasional, barang ini dari Malaysia, ujarnya.

Sementara itu ketika ditanya siapa pelakunya, Kapolda Jambi menyatakan dugaan sementara, pelaku penyelundupan narkotika jenis sabu ini berinisial DP, FS, HK, dan ES. Mereka telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut, tutup kapolda. (KG)

Rektor Unja, lantik Dekan dan Wakil Dekan non OTK di Lingkungan Universitas Jambi

Suasana Pelantikan Dekan dan Wakil Dekan/Humas Unja

SENGGETI - Rektor Universitas Jambi, Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D melantik Dekan dan Wakil Dekan non OTK di Lingkungan Universitas Jambi, Senin (20/2) Di Aula Rektorat Lantai III Unja Mendalo.

Adapun jajaran Dekan yang dilantik oleh Rektor yaitu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Hartati, S.H., M.H. Dekan Fakultas Teknik, Prof. Drs. Damris. M. MSc. Ph.D., Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Bambang Irawan, SP. M.Sc., dan Dekan Fakultas Keolahragaan Dr. Drs. H. Sukendro. M.Kes., serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Andy Amir, SKM., M.Kes.

Dalam sambutannnya Rektor berharap kepada Pejabat yang baru dilantik untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan tupoksi yang diemban. “Saya berharap, kerjakanlah segala sesuatu sesuai aturan. Dengan demikian, kita bisa selamat baik di dunia maupun di akhirat serta melanjutkan proses re-akreditasi bagi setiap fakultas non atk.” Ucap Rektor.

Rektor menambahkan, bahwa proses BLU yang telah disiapkan oleh tim BLU Insya Allah akan segera diketahui hasilnya dalam jangka waktu dekat.
“Insya Allah April nanti kita sudah BLU, oleh karena itu semua fakultas non OTK akan masuk menjadi OTK karena itu khusus untuk fakultas baru agar segera memperbaiki dan mengevaluasi naskah akademiknya untuk segera diperbaiki dan segera mengevaluasinya,” Ujar Rektor.
 
Dalam sambutannya, Rektor berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah yang telah diberikan sehingga apa yang kita inginkan benar-benar tercapai.
 
“Saya berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar dapat bekerja secara sungguh-sungguh sehingga unja bisa lebih baik lagi kedepannya. Untuk itu saya juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik untuk teguh berkomitmen demi kemajuan unja kedepan” sambung rektor.

Sementara itu kepada pejabat lama, Rektor mengucapkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi yang telah diberikan selama iniuntuk bersama-sama membangun Fakultas yang dipimpinnya. Rektor juga berharap yang terbaik bagi semua yang berkontribusi untuk unja.
 
“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada para pejabat lama atas segala kontribusinya untuk membangun unja. Semoga, apa yang telah diberikan mendapat balasan pahala oleh Allah SWT” tutup rektor. (lia
)

Area Parkir di RSUD Raden Mattaher tidak mampu tampung Kendaraan Pasien ataupun Pengunjung

Suasana Parkir di Badan Jl Jend. Suprapto, depan RSUD Raden Mattaher /TZ

JAMBI - Seiring bertambahnya jumlah kendaraan di Provinsi Jambi, telah mewajibkan pemerintah Provinsi Jambi untuk membuat perencanaan tentang lahan parkir yang efisien agar dapat digunakan secara optimal bagi masyarakat. Salah satunya adalah di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Provinsi Jambi.

Saat ini lahan parkir di kawasan Rumah sakit Raden Mattaher sudah dianggap tidak mampu untuk menampung jumlah kendaraan para pasien maupun para pengunjung. Pada hari ini Selasa (14/02) terlihat beberapa pengemudi telah memarkirkan kendaraannya di sepanjang badan Jalan Jenderal Suprapto, tepat di depan halaman RSUD Raden Mattaher. Padahal situasi masih pagi hari, disaat kendaraan banyak yang lewat.

Ade salah seorang pengguna jalan menyampaikan keluhannya pada pemerintah Provinsi Jambi, dalam wawancara yang dilakukan oleh wartawan ulasan jambi, ia menyatakan sebenarnya parkir yang dilakukan oleh pengunjung di area badan jalan utama ini sangat mengganggu masyarakat yang menggunakan jalan ini. Pada hari ini parkir di badan jalan belum seberapa pak, biasanya bisa berlapis. seharusnya parkir bagi pengunjung itu di dalam area parkir RSUD, bukan di badan Jalan. Tapi mau diapakan, kayaknya di dalam cepat sekali penuhnya, ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Salah seorang pengunjung Rumah Sakir yang tidak mau disebutkan namanya. Ia menyatakan bahwa kami terpaksa memarkirkan kendaraan kami disini karena di area parkir rumah sakit sudah penuh, ucapnya.

Menurut pantauan Ulasan Jambi di lapangan, Jalan Suprapto yang digunakan oleh masyarakat Bluran sebagai jalan utama menuju Rumah Sakit, kian padat dan terkadang susah untuk dilewati oleh pengguna jalan lainnya. Namun parkir yang telah menggunakan area badan jalan tersebut juga dijaga oleh beberapa orang yang memungut biaya parkir, meskipun tanpa menggunakan seragam parkir yang biasa digunakan oleh petugas parkir pada umumnya. (TZ)