Tampilkan postingan dengan label Kerinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerinci. Tampilkan semua postingan

5 September mendatang, Wings Air resmi beroperasi di Kerinci

Wings Air saat uji coba landasan beberapa waktu yang lalu

JAMBI - Maskapai penerbangan Lion Air GROUP kini telah kembali mengembangkan rute penerbangannya di Provinsi Jambi dengan menambah rute baru yaitu Jambi–Kerinci - Jambi yang akan mulai beroperasi pada bulan September mendatang. 
Maskapai LION AIR GROUP ini akan menerbangkan pesawat Wings Air dengan kapasitas lebih kurang 72 orang. Penerbangan Jambi - Kerinci ini akan ditempuh dengan waktu lebih kurang 50 Menit.
Station Manager Lion Air, Mardanus mengatakan, pada 5 September rute baru Wings Air ini dibuka. Dibukanya rute ini dalam rangka pengembangan pasar dan permintaan pasar yang tinggi dikarenakan Kerinci sudah termasuk kota besar.

“Dengan dibukanya Jambi–Kerinci-Jambi ini, agar dapat meningkatkan prospek pariwisata dan peningkatan kegiatan ekonomi secara keseluruhan dikarenakan aksesnya lebih cepat,” katanya.

Adapun jadwal keberangkatan untuk rute terbaru ini yaitu  Jambi–Kerinci pukul 08.55 WIB, Kerinci–Jambi pukul 10.00 WIB.


“Dengan dipilihnya jam tersebut, mudah-mudahan cuaca sudah cerah, sehingga bisa melakukan pendaratan dengan baik dikarenakan cuaca Kerinci yang fluktuatif,” ujar Mardanus.

Dikatakannya, harga tiket untuk rute Jambi–Kerinci sekitar Rp 400 ribuan, sedangkan Kerinci–Jambi sekitar Rp 300 ribuan. ”Harganya masih relatif terjangkau untuk penumpang,” sebutnya.

Menggunakan pesawat Wings Air jenis ATR berkapasitas 72 penumpang ini, merupakan rute baru yang keempat dan kelima dalam tahun ini. Sebelumnya Lion Group melalui maskapai Wings Air telah membuka rute penerbangan Jambi menuju Padang, Lampung dan Medan.

Pihaknya menargetkan tingkat keterisian Wings Air dengan tujuan Jambi-Kerinci bisa terpenuhi setiap harinya, mengingat  banyak sekali masyarat yang sudah menunggu rute Jambi - Kerinci. 

Wings Air menargetkan, pada hari pertama penerbangan dibuka, keterisian penumpang diharapkan mencapai 60 persen. 

Mengenai kelayakan bandara Depati Parbo sendiri, Mardanus mengatakan, secara prinsip layanan bandara sudah terpenuhi terutama pelayanan dasar seperti dari sisi safety.

"Namun untuk fasilitas dan layanan lainnya, memang masih perlu penambahan", katanya.


HKK Provinsi Jambi miliki gedung Mewah

KERINCI - Apa yang menjadi cita-cita sejak lama Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) provinsi Jambi untuk miliki gedung sendiri, akhirnya terwujud, setelah  selasa kemaren (4/7) HKK Provinsi Jambi membeli sebidang tanah dan bangunan dengan harga 2,2 milyar rupiah.

Akmal Khatab salah seorang pengurus HKK Provinsi Jambi dalam keterangannya menyampaikan  rasa syukur dan terima kasih atas pembelian gedung untuk HKK provinsi Jambi. Ini sebuah gerakan yang luar biasa dari ketua umum HKK Provinsi dan HKK Kota Jambi, ucapnya.

Semtara itu ketua umum HKK Provinsi Jambi Ramli Taha, SH., MH menyampaikan "Alhamdulillah, pada hari ini tepat pukul 17.30 telah dibeli sebidang tanah dan bangunan gedung HKK Provinsi Jambi senilai Rp. 2,2 Miliyar yg berlokasi di komplek Kota Santri, depan pondok pesantren As'ad. Di RT 10, Olak Kemang, Kec. Danau Teluk, Kota Jambi. Gedung ini akan kita gunakan sebagai Sekretariat dan Gedung Serbaguna Bersama. Puluhan kamar telah tersedia di dalamnya. Hal ini terwujud berkat usaha semua pihak yang harus diapresiasi," ujar Pengacara senior ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua HKK Kota Jambi, Salman Alparisi Agus Jaya  berkat kerjasama semua pihak akhirnya Gedung HKK Provinsi Jambi bisa terwujud.

"Alhamdulillahirobbilalamin dengan semangat kebersamaan akhirnya gedung HKK Provinsi Jambi dapat terwujud. mudah-mudahan gedung ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk seluruh masyarakat Kerinci yang ada di provinsi Jambi semoga hkk Jaya dan sukses selalu amin ya robbal alamin," ungkap politisi Golkar.

Menurut pantaun dilapangan, gedung HKK ini berlokasi di area tanah seluas 40 tumbuk, dengan puluhan kamar yang juga tersedia di dalamnya. Gedung ini juga telah diresmikan pembangunannya oleh Gubernur Jambi pada saat itu, Hasan Basri Agus. (KB)

Nilai UN SMP Kerinci Terendah di Jambi, Ini Tanggapan Adirozal

Ilustrasi

KERINCI- Hasil Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi Jambi telah diumumkan beberapa waktu lalu. Hasilnya, Kabupaten Kerinci mendapat peringkat terendah dengan nilai 165,94. Sedangkan nilai tertinggi Kota Jambi dengan nilai rata-rata 231,80.


Menurunnya kualitas pendidikan di Kerinci menjadi sorotan dari sejumlah masyarakat. Bahkan hal ini menjadi perbincangan hangat di sosial media (sosmed) facebook.

Seperti yang dituliskan Khabri Muis di akun facebook miliknya. Dia sangat prihatin dengan kondisi dunia pendidikan di Kerinci saat ini. 
Menurutnya, biasanya Kabupaten Kerinci sangat jarang terpuruk seperti kondisi yang memilukan ini. Namun pada akhir-akhir ini masyarakat Kerinci tidak menyangka kualitas pendidikan jauh dari harapan semua masyarakat.

"Saat ini Kerinci tidak lagi bisa dipandang sebagai suatu sistem pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan terbaik untuk Jambi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai sebuah aset melainkan hanya dijalankan seperti apa adanya dinas istansi lainnya. Kalau dahulu kita masih mendapati banyak peserta didik di Kerinci berasal dari kabupaten tetangga. Namun saat ini kondisi mereka bertengger jauh di atas Kerinci," tulisnya.

Selain itu, ada sejumlah masyarakat yang meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk introspeksi dan membenahi semua yang ada dijajaran dinas pendidikan, mulai dari Kepala Dinas hingga ke Kepala Sekolah. "Mari benahi sistem pendidikan di Kabupaten Kerinci," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci, Adirozal, mengaku tidak begitu mempermasalahkan rendahnya nilai UN SMP yang diraih Kabupaten Kerinci tahun 2017 ini. Menurutnya yang menjadi permasalahan besar bagi dirinya ialah ketika Kerinci melakukan UN SMP yang tidak jujur dan berintegritas.


"Kalau nilai rendah, saya tidak begitu kecewa jika itu dilaksanakan dengan kejujuran. Seperti tahun lalu, Kerinci meraih pelaksanaan UN jujur dan berintegritas se-Provinsi Jambi," ujar Adirozal.

Namun ketika pelaksanaan UN SMP dilaksanakan dengan ketidakjujuran, itu yang harus ditanggapi serius. "Untuk apa hasilnya tinggi, jika tidak dengan jujur. Apalagi sudah lah dapat nilai rendah, tidak jujur lagi, ini harus kita prihatin," ucapnya.

Kedepannya, Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mengevaluasi dunia pendidikan. Ia juga meminta kepada setiap sekolah dan guru, setiap menghadapi UN, agar serius melakukan pendidikan kepada siswa.

Sumber: MetroJambi.com

Inilah sosok perempuan energik asal Kerinci, yang berpeluang dampingi SY Fasha

Kiri ke Kanan: Walikota Jambi SY Fasha, Yuliana Fasha, dan Camat Pal Merah: Hj. Mursida

Sosok perempuan energik satu ini, beberapa bulan terakhir telah mencuri perhatian publik. Ia aktif memposting kegiatan-kegiatannya di media sosial yang memperlihatkan bahwa program kerjanya menyentuh masyarakat di kecamatan yang ia pimpin.
Dia memiliki sifat yang luwes, supel, cerdas dan suka membaur dengan masyarakat. Gaya kepemimpinannya mirip dengan Tri Rismaharini alias Risma, Walikota Surabaya, Jawa Timur. Tak heran, jika ia saat ini menjadi sosok yang dirindukan masyarakat Kota Jambi. 
Sosok itu adalah camat Pal Merah Kota Jambi, bernama Mursida Juni, yang biasa dipanggil masyarakat dengan sapaan Bunda. Bunda memiliki perawakan yang sedang, dengan dandanan tanpa Make up. 
Ibu dua anak ini bertutur kalau ia lahir dari keluarga kurang mampu asal Kabupaten Kerinci 55 tahun yang silam. Sosok Bunda, kini dianggap telah berhasil merepresentasikan demokrasi yang kian hari kian cair. Atas keberhasilan tersebut, dia kini mendapat respon dari sejumlah partai politik untuk dapat mengikuti Pilwako Jambi yang akan digelar tahun depan. 
Dua partai besar yang berkuasa telah membuka peluang bagi Mursida, yaitu PDI Perjuangan dan Partai Golkar.
Sekretaris DPD I Partai Golkar, Sufardi Nurzain, mengatakan bahwa partainya terbuka bagi siapa saja untuk mencalon. “Siapa saja bisa bergabung dengan Golkar,” kata Sufardi. Hanya saja, Ketua DPD I Golkar Zoerman Manaf telah menjatuhkan pilihannya kepada Syarif Fasha, Ketua DPD Kota Jambi sebagai calon Kada yang akan diusung Partai Golkar pada Pilwako Kota Jambi 2018 mendatang. 
Sufardi melanjutkan bahwa peluang untuk menjadi calon pendamping Fasha masih terbuka. “Untuk pendamping bisa saja. Tergantung Fasha, karena Pak Zoerman memberi mandat langsung kepada Pak Fasha untuk menentukan pendampingnya pada Pilwako nanti,” pungkasnya.
Pengamat Politik Jambi, Navarin Karim, menyebutkan bahwa kemunculan sosok Mursida pada bursa Pilwako Jambi diyakini bakal menarik dan mewarnai pesta akbar lima tahunan ini. Mengingat, nama Mursida cukup dikenal di tengah masyarakat Kota Jambi.
“Menarik kalau dia (Mursida) maju, dan sangat perlu untuk diperhitungkan”, ungkap Navarin. Selain gemar blusukan, karakter Mursida ini menurut Navarin juga hampir sama dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Menurutnya, sekali lintas saja, ketika nama Mursida disebut, masyarakat Kota Jambi sudah mengenal.
Beliau ini aktif sekali di tengah masyarakat. Terakhir saya ingat dia ini camat di Jambi Selatan,” ujar Navarin.
Sementara itu Wakil Gubernur Jambi Dr. H. Fachrori Umar juga angkat bicara mengenai sosok Bunda, Fachrori Umar secara gamblang menyebutkan bahwa Mursida adalah ASN teladan yang patut ditiru oleh ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi. 

Saat ditanya kesediannya menjadi Bakal Calon Walikota Jambi di tahun 2018?, Mursida menjawab bahwa “Saya ingin menempatkan jabatan saya di hati masyarakat, bukan di kantong masyarakat. Jika masyarakat menginginkan, kenapa tidak,” tegasnya.
Bagi Mursida, untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan modal sarjana. Hal ini ia ungkapkan dalam sepenggal pantun. “Apalah arti siparang baja, kalau tidak bisa mengupas kelapa. Apalah arti gelar sarjana S1, S2, dan S3, kalau tidak tahu dengan warga,” ulasnya.(KJ)

Siswa MAN 1 Sungaipenuh Demo ke Kantor Kemenag

Suasana Aksi


SUNGAIPENUH - Ratusan Siswa MAN 1 Sungaipenuh, Senin (5/6), menggelar aksi demonstrasi ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sungaipenuh. Dalam aksinya, siswa menuntut agar kepala Kemenag Sungaipenuh memberhentikan kepala MAN 1 Sungaipenuh dan dua orang bendahara pembantu di sekolah tersebut. 

Para siswa yang menggelar aksi menduga ketiga orang tersebut melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap siswa. Pasalnya, dana OSIS serta komite sekolah yang dibayarkan siswa tidak jelas peruntukannya. Selain itu, pengelolaan dana tersebut juga dinilai tidak transparan. 

“Kami beri waktu Kemenag hingga hari Jumat (9/6) untuk menonjobkan kepala MAN 1 Sungaipenuh dan bendahara. Selain itu, kami juga minta seluruh wakil kepala sekolah dipindahkan,” ujar salah seorang peserta aksi. 

Sementara itu, Kepala Kemenang Kota Sungaipenuh Pahrizal Zain saat dikonfirmasi mengatakan, tuntutan siswa tersebut akan disampaikan kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi. “Apa yang menjadi tuntutan siswa nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan,” ujarnya. 


Pantauan di lapangan, aksi demo ratusan siswa tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari personel kepolisian. Selain personel dari Polsek Air Hangat Timur, pengamanan juga melibatkan personel Sabhara Polres Kerinci. (KJ)

Akun FB sekda Kab Kerinci di bobol, Gambar Tak Senonohpun Beredar

Akun FB sekda Kab. Kerinci

Kerinci - Dunia maya kembali membuat heboh masyarakat kabupaten kerinci dan kota sungai penuh khususnya. 

Hal ini disebabkan adanya informasi yang beredar di dunia maya, terkait penyebaran gambar yang tak senonoh dari akun FB yang diduga dikelola oleh sekda kabupaten kerinci Afrizal Hs. Peyebaran foto yang tidak layak dikonsumsi publik itu berupa photo seorang lelaki yang duduk tanpa mengenakan celana dan menunjukkan alat vitalnya.

Iksan, salah seorang pemilik akun Fb mengakui bahwa dirinya juga dikirimi foto tersebut atas nam pemiliki akun Afrizal Hs.

“Ya,saya dikirimi gambar yang tak senonoh tersebut melalui via masangger akun FB saya.Dan saya yakin itu bukan akun pak sekda kerinci ,”ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kerinci Afrizal Hs dikonfirmasi sungaipenuhaktual.com justru mengakui akun tersebut miliknya.Namun,akun tersebut sudah diretas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Memang akun tersebut dahulunya saya yang kelola,tapi beberapa hari yang lalu akun FB tersebut sudah tidak dapat saya aktifkan lagi,karena sudah dijebol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.Tapi allhamdulillah untuk saat saat ini dan seterusnya Akun Fb tersebut sudah dimusnakan,”jelasnya.(zie)

sumber: sungaipenuhaktual.com

H. Fauzi Siin mantan Bupati Kerinci, Tutup Usia

Suasana Upacara Pelepasan Jenazah Alm. Fauzi Siin menuju Sungai Penuh
KERINCI – Berita  duka Kembali menyelimuti warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Pasalnya, Mantan Bupati Kerinci Dua periode 1999 – 2009, H Fauzi Siin, Jumat sore (24/2) sekitar pukul 15.30 Wib ini dikabarkan meninggal dunia.


Jenazah Fauzi Siin telah diberangkatkan dari Jambi sekitar pukul 16.30 wib menuju ke rumah duka yakni di Desa Talang Lindung, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.

Dalam upacara pelepasan jenazah yang dilaksanakan di kediaman duka Telanai Indah, tampak hadir beberapa tokoh Kerinci dan Sungai Penuh seperti  Ramli Taha (Ketua HKK Provinsi Jambi), H. Dasra, H. Adnan Yusuf, H. Nasrul Qadir, dan lain sebagainya.  


Sementara itu, ucapan duka tak henti-hentinya diucapkan masyarakat kota sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci melalui media sosial ataupun kunjungan langsung ke rumah duka. 

Ucapkan duka juga di ucapkan Bupati dan wakil Bupati Kerinci atas nama pemerintah kabupaten Kerinci.


Wakil Bupati Zainal Abidin, SH.MH saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan “Atas nama Pemerintah, keluarga dan masyarakat Kabupaten Kerinci, turut berduka yang mendalam atas kepergian H. Fauzi Siin. Beliau merupakan sosok yang memiliki dedikasi, disiplin, dan komitmen yang tinggi untuk pembangunan kabupaten kerinci dan Kota Sungai Penuh”.


Terpisah, ucapan duka untuk mediang H.Fauzi Siin disampaikan Bupati Kerinci H. Adi Rozal melalui akun medsos  Kabag Humas dan Protokoler kabupaten Kerinci MOUNTRI FRIADY.


Innalillahi wainnailaihirrojjiun, Bupati Kerinci Bapak DR H Adirozal MSi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya H Fauzi Siin (mantan bupati kerinci 2 periode) ke rahmatulloh hari ini Jum’at 24 Februari 2017.

Pemerintah Kabupaten Kerinci Turut Berduka cita atas meninggalnya mantan Bupati Kerinci H. Fauzi Siin. “selamat jalan Bapak H Fauzi Siin semoga tenang dialam sana dan insaalloh saya akan menghadiri pelepasannya ke tempat peristirahatan terakhir,” ungkap Bupati Kerinci H. Adi Rozal. (AW)

Apri Arsal, Kecewa dengan Hasil Musrenbang Tahun 2017

Para pembicara di Musrenbang Tahun 2017/ AA
KERINCI - Musyawarah Rencana pembangunan (musrenbang) Kabupaten Kerinci tahun 2017, dilaksanakan di Kecamatan Depati Tujuh (14/02). 

Acara inipun sebenarnya sudah sangat di rindukan oleh masyarakat, terutama masalah pembangunan inprasruktur di desa - desa dalam  Kecamatan Depati Tujuh.

Ditahun 2017, secara menyeluruh pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kerinci di anggarkan tidak seimbang dan tidak pula merata. 

Apri Arsal salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kerinci angkat bicara tentang hal ini. Ia menyatakan "saya melihat tidak adanya pemerataan pembangunan di Kabupaten Kerinci, kususnya wilayah tengah  terkususnya lagi di Kecamatan Depati Tujuh", ujarnya.

Hasil Musrenbang tahun ini, tidak ada satu paket pekerjaanpun yang ditujukan untuk desa di Kecamatan Depati Tujuh, itu hasil dari pemaparan musrenbang ya. Inilah yang membuktikan tidak meratanya pembangunan di Kerinci, ujarnya.

Saya secara pribadi sangat kecewa atas paparan SKPD dalam Musrenbang tahun ini, dan seluruh kades dari Kecamatan Depati Tujuhpun juga kecewa. Apalagi setelah  mendengarkan paparan dari Dinas PU, ujanya.

Harapan saya, untuk kedepan supaya pemerintah tetap melakukan pembangunan dengan merata, Jangan tebang pilih. Inikan menyangkut kepentingan Masyarakat, tutupnya.

Dari pantauan ulasanjambi, tidak adanya pembangunan yang ditujukan untuk Desa-desa dalam Kecamatan Depati Tujuh, akan sulit membendung desa-desa dalam kecamatan ini untuk selamat dari lumbung banjir ketika musim hujan tiba. Karena Kecamatan Depati Tujuh beberapa saat yang lalu terakhir, menjadi salah satu daerah yang paling parah akibat Banjir yang melanda. (AA)

Sekda Kerinci Afrizal, dukung Pemprov Jambi untuk menghentikan aktivitas Galian C

Aktivitas Galian C di Kab. Kerinci beberapa saat yag lalu

Kerinci - Ramainya perbincangan yang mempersoalkan Galian C di Kabupaten Kerinci beberapa hari belakang, kini semakin runyam karena tidak jelas penyelesaiannya. Padahal dampak Galian C tersebut telah nyata mengancam lingkungan setempat. Oleh sebab itu pula beberapa mahasiswa yang tergabung dalam DPD IMM JAMBI dan HIMAPABA menggelar aksi demo pada hari jum'at yang lalu (9/2) di Komplek Perkantoran Gubernur Jambi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kerinci Afrizal, saat diwawancara oleh awak media dari ulasan Jambi (13/2) menyatakan, Kita akan dukung ketegasan dari pemprov jambi untuk menghentikan aktivitas Galian C di Kabupaten Kerinci.

Menurutnya, banyak aktivitas galian C di Kabupaten Kerinci diduga ilegal, karena aktivitas tersebut tidak  mengantongi izin resmi dari pemerintah Kabupaten Kerinci. 

Ia melanjutkan, bahwa sebelum tahun 2017, memang benar izin untuk galian C menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten untuk menerbitkannya, tetapi di tahun 2017 kewenangan itu diambil alih oleh Pemerintah Provinsi. Sehingga saat ini kewenangan untuk menerbitkan izin dan memberikan sanksi administrasi bagi pelaku usaha galian C yang bermasalah ada ditangan Pemerintah Provinsi Jambi, bukan ditangan Pemerintah Kabupaten Kerinci lagi, tutupnya.

Menurut pantauan dilapangan, salah satu penyebab utama banjir yang merendam 4 Kecematan di Kabupaten Kerinci dan 1 Kecamatan di Kota Sungai Penuh beberapa saat yang lalu, dikarenakan banyaknya hutan yang gundul akibat banyaknya aktivitas Galian yang tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah.(AA)

Adirozal: "mengatasi banyaknya warga Kerinci yang ke Malaysia, bukan merupakan hal mudah"

Ilustrasi
KERINCI - Malaysia selalu menjadi  target utama mayoritas TKI asal Provinsi Jambi, khususnya bagi tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Kerinci. Dalam setiap tahunnya, selalu ada TKI asal Kerinci yang bekerja ke negeri serumpun itu.

Hal ini karena dipengaruhi oleh iming-iming dari warga Kerinci yang sudah belasan tahun merantau di Malaysia, dimana upah ringgit yang mereka peroleh saat bekerja cukup memuaskan bila ditukarkan ke rupiah. Apalagi selama ini, mereka dihantui kejenuhan hidup tanpa pekerjaan tetap saat tinggal di kampung.

Jamhari, warga Kecamatan Danau Kerinci, megatakan bahwa banyaknya warga Kerinci merantau ke Malaysia, dikarenakan upah yang didapat memang sedikit lebih baik  dibandingkan upah pekerja kasar umumnya di Indonesia. Seperti cleaning service (petugas kebersihan), dalam satu bulan mereka mendapatkan gaji bersih RM 900 atau setara dengan Rp 3 juta. Pekerja kilang (Perusahaan, red), dalam satu bulan mereka mendapatkan gaji bersih Rm 800 atau setara dengan Rp 2,5 juta. Sementara untuk Contractor (pekerja bangunan) merupakan gaji yang sangat besar yakni Rm 2600 atau Rp 8 juta perbulannya.

Selama ini, untuk merantau ke Malaysia, hampir warga Kerinci hanya bermodalkan dokumen Pasport. Karna itu dianggap merupakan biaya yang cukup murah dibandingkan dokumen lainnya. Sudah menjadi rahasia umum, ketika mengurus administrasi pasport, semua perantau selalu beralasan hanya untuk pergi melancong (jalan-jalan, red) ke Malaysia yang hanya diberikan batas 1 bulan. ‘‘Setelah lewat 1 bulan, maka dokumen akan kosong atau sudah menjadi pekerja ilegal,’‘ ungkap Abdul Gafar, salah satu TKI asal Kerinci.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kerinci Adirozal angkat bicara. Ia mengatakan bahwa gejala ini merupakan kondisi yang diwararisi secara turun menurun, bukan karena keterbatasan ekonomi dan minimnya lapangan kerja yag ada di Kerinci. ‘‘Ini karna sudah turun temurun dari orang tua terdahulu. Jika lapangan kerja, banyak kok tanah seperti kebun dan sawah yang tidak tergarap. Malahan gaji besar, seperti petani kayu manis, cabe dan kentang di Kayu Aro, dalam 1 kali panen mereka bisa mendapatkan untung hingga puluhan juta," ucap Adirozal.

Menurut Adirozal, untuk mengatasi banyaknya warga Kerinci yang ke Malaysia, bukan merupakan hal mudah. Pasalnya, harus merubah pola pikir masing-masing terlebih dahulu, bahwa kenyataannya kerja di kampung sendiri  jauh lebih aman dan menjanjikan dibandingkan di Malaysia, tutupnya (KG)

Perkara Bansos kembali di buka oleh Kejari Sungai Penuh

Bansos

KERINCI – Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungaipenuh, telah memastikan bakal ada tersangka baru dalam kasus Bantuan Sosial tahun 2008 yang melibatkan anggota DPRD Kerinci dan mantan pejabat di Kerinci.

Hal ini disampaikan oleh
Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh Mali Dian,  "Yang sudah terpidana ada Adi Muklis, Munir, Sukur Kala Berajo, kemudian Lima orang mantan anggota DPRD Kerinci Irmanto, Nopantri, Ade Utama, Said Abdullah dan Mursimin. Tapi bakal ada tersangka baru," bebernya.
Saat ditanya siapa identitas yang bakal jadi tersangka tersebut? Mali enggan membeberkannya. Ia mengatakan "Tunggu saja nanti, pokoknya tersangka lebih dari tiga orang, kalau kita beberkan sekarang nanti mereka tidak bisa tidur," katanya lagi. 

Setelah lama diam, kasus ini kembali dibuka saat Adi Muklis, yang juga mantan terpidana Kasus Bansos, kembali melaporkan ke Kejari Sungai Penuh. Ia meminta kasus Bansos diusutkan sampai tuntan. Bahkan, mantan anggota DPRD Kerinci Periode 2004-2009 juga harus di proses hukum.

Menurut pantauan di lapangan, "Adi Mukhlis pernah membuat laporan yang disampai ke kejaksaan dengan 28 nama anggota dewan, tapi yang telah diproses hukum baru 7 orang anggota dewan," tandasnya. (KG)

RSUD Kerinci Belum Memenuhi Standar Akreditasi

RSUD MHA Thalib
RSUD MHA Thalib / Metrojambi.com
JAMBI - Sebanyak 33 Rumah Sakit (RS) di Provinsi Jambi telah teregistrasi. Bahkan 14 diantaranya sudah mendapatkan akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), lembaga independen yang bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan RI.

Sementara itu, dua rumah sakit di Jambi, yakni RSUD MHA Thalib Kerinci dan Rumah Sakit Sungai Gelam, ternyata belum bisa diakreditasi. Alasannya, dua rumah sakit ini dinilai belum memenuhi standar akreditasi.


Keduanya dinilai belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014, dan pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang kepala/direktur rumah sakit harus dari unsur dokter. Sementara di RSUD MHAT Kerinci saat ini dipimpin seorang apoteker.


Khalid, Kepala Seksi Rujukan Rumah Sakit Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mengatakan, bahwa untuk mendapatkan akreditasi rumah sakit harus memenuhi 1.048 parameter.


"Jadi, untuk mendapatkan akreditasi itu tidak mudah. Bukan 10 parameter yang harus dipenuhi, tetapi ada seribu lebih," kata Khalid.


Dijelaskannya, di Jambi sendiri ada 5 rumah sakit yang mendapatkan akreditasi paripurna, yakni RSUD Raden Mattaher, RS Bhayangkara, RS Dokter Bratanata (SKT), RS St.Theresia,dan Siloam Hoapital.

"Untuk akreditasi madya ada tiga, yakni Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi, RSUD Abdul Manap Kota Jambi, dan RSUD Hanafie Bungo," ujarnya.


Sementara itu delapan rumah sakit lainnya terakreditasi dasar, yakni RSUD Prof Dr. Chatib Quzwain Sarolangun, RSUD Sultan Taha Saifudin Tebo, RSUD Nurdin Hamzah Tanjabtim, RS MMC, RSIA Annisa, dan RS Royal Prima.


"Selebihnya sedang proses akreditasi menunggu jadwal dari KARS," pungkasnya. (metrojambi.com)

Warga Kerinci Minta Gubernur Jambi Zumi Zola Sidak RSUD MHA Thalib

RSUD MHA Thalib Kerinci
RSUD MHA Thalib Kerinci / istimewa

KERINCI - Pelayahanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MHA. Thalib Kabupaten Kerinci kebali dikeluhkan. Bahkan kali ini, ada warga yang mengaku perawat RSUD MHAT menyepelekan pengakit pasien.

Hal ini dialami Yessi Ratna Deli, warga Belui Tinggi, Kecamatan Depati Tujuh. Dari postingan di akun facebooknya, Yessi diketahui membawa kerabatnya yang bernama Nurhayati berobat ke RSUD MHA Thalib, namun oleh perawat penyakit keluarganya malah ditertawakan.

Menurut Yessi, perlakuan ini bukan pertama kali yang didapatkannya di RSUD MHA Thalib. Pada saat dirinya sakit pun pernah mendapatkan pelayanan yang tidak baik.

Bahkan lewat postingan di akun facebooknya, Yessi meminta Gubernur Jambi Zumi Zola, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD MHA Thalib. Adapun isi postingan Yessi tersebut yakni:

"Assalamualaikum. Bapak Zumi zola yg terhormat, tampaknya rumah sakit kerinci (RSUD MAH Thalib, red) juga perlu disidak, tolong sebarkan teman teman biar jadi pelajaran bagi kita semua. Malam ini etek saya sudah 1 bulan sakit dirumah.

Malam ini habis makan obat dari dokter tiba-tiba badan etek saya melemah dan pingsan kira-kira jam 7. Kami kaget sekitar jam 10 malam, kami bawa kerumah sakit umum kerinci,".

"Alhasil sungguh menakjubkan pelayanan dirumah sakit ini, mereka menertawakan penyakit etek saya, mereka bilang etek saya berpura pura sakit, kami membawa etek memang dalam keadaan sadar tapi masih sangat lemah, mereka tidak menghiraukan kami, sehingga kami membawa etek pulang kembali tampa tau apa penyakit beliau, padahal darah beliau saja tinggal 85 normalnya 110.

Sungguh kami sangat kecewa dengan pelayan rumah sakit ini. Kami membawa etek kami pulang tampa obat yg diberikan, dan sedikitpun perawat-perawat itu tidak bertanya malahan mereka berbisik bisik sambil tertawa.

Dimana manusianya orang orang ini. Ini bukan pertama kalinya kami mendapatkan perlakuan seperti ini saya pribadi pun pernah mendapatkan pelayanan yang tidak baik.

Tolong bagi teman-teman yang punya hati sebarkan keluh kesah ini, jangan berhenti disini agar mereka mereka itu sadar dan mendapatkan pelajaran. Dan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,".
Postingan tersebut diupload Yessi Selasa (24/1) malam pukul 23.20 WIB. Banyak netizen yang mengomentari postingan tersebut. Bahkan beberapa diantaranya ada yang juga menyampaikan keluhan terhadap pelayanan di RSUD MHA Thalib.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan dari pihak RSUD MHA Thalib terkait keluhan keluarga pasien tersebut.

sumber: metrojambi.com

Seluruh Galian C Ilegal di Kerinci Harus Distop dan di Police Line

Salah satu Lokasi Galian C di Kerinci/metrojambi.com
KERINCI - Pemerintah Provinsi Jambi melalui instansi terkait meminta seluruh galian C ilegal yang beroperasi di Kabupaten Kerinci agar distop operasinya dan dipasangi police line. Perintah ini bahkan akan ditegaskan secara resmi dengan menyurati kepolisian setempat.

Hal ini disampaikan Kabid Pertambangan dinas ESDM Provinsi Jambi, Abdul Salam, Jumat (13/1). Ia mengatakan bagi galian C yang tidak memiliki izin, pihaknya akan menyurati Polres Kerinci untuk memberhentikan aktivitas penambangan sampai memiliki izin.

"Sekarang saya lagi berkoordinasi dengan Sekda Provinsi terkait surat yang akan dikirimkan ke pihak kepolisian," katanya.

Ditanya hasil peninjauan longsor di Galian C Sungai Cubadak, Siulak Deras, Kerinci. Ia mengatakan, untuk aktivitas galian C di lokasi longsor diberhentikan sementara sampai beberapa hal-hal pokok yang harus dilengkapi.

"Kita minta kepada Putra Remon untuk melengkapi beberapa syarat yaitu membuat ketinggian jenjang maksimun enam meter, segera mengangkat kepala teknik tambang dan menyampaikan rencana kerja dan jumlah anggaran biaya. Sebelum dilengkapi aktivitas tambang belum boleh beroperasi," jelasnya.

Sedangkan terkait izin, lanjut Abdul Salam, di Kerinci hanya ada dua galian C yang memiliki izin yaitu milik Putra Remon dan Ramli Umar, selebihnya tidak memiliki izin. "Jadi untuk galian C Putra Remon kita berikan sanksi administrasi. Sedangkan pengusaha galian C yang belum memiliki izin, kami minta untuk segera mengurus izin," tandasnya.

Semenatar itu, dari data yang galian c banyak ditemukan di lima Kecamatan dengan menggunakan alat berat. Pantauan di Kecamatan Keliling Danau terdapat 6 titik tambang pasir, yakni di Tanjung Batu dua lokasi, Semerap satu lokasi, Benik dua lokasi, dan Jujun satu lokasi.

Sedangkan di Kecamatan Gunung Raya terdapat di desa Lempur yaitu dua titik galian c batu. Selain itu di Kecamatan Air Hangat terdapat tiga lokasi di Desa Semurup, sedangkan wilayah yang paling banyak di kecamatan Gunung Kerinci, terdata sembilan titik galian c yang diduga ilegal. Untuk Kecamatan Kayu Aro terdapat di areal Sungai Sikai.

Sementara di Kota Sungai Penuh, galian C di desa Sungai Akar, Kecamatan Sungai Bungkal juga sempat disegel polisi. Ini dikarenakan izinnya belum lengkap dari dinas ESDM Provinsi Jambi. (metrojambi.com)