Tampilkan postingan dengan label Sungai Penuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai Penuh. Tampilkan semua postingan

5 September mendatang, Wings Air resmi beroperasi di Kerinci

Wings Air saat uji coba landasan beberapa waktu yang lalu

JAMBI - Maskapai penerbangan Lion Air GROUP kini telah kembali mengembangkan rute penerbangannya di Provinsi Jambi dengan menambah rute baru yaitu Jambi–Kerinci - Jambi yang akan mulai beroperasi pada bulan September mendatang. 
Maskapai LION AIR GROUP ini akan menerbangkan pesawat Wings Air dengan kapasitas lebih kurang 72 orang. Penerbangan Jambi - Kerinci ini akan ditempuh dengan waktu lebih kurang 50 Menit.
Station Manager Lion Air, Mardanus mengatakan, pada 5 September rute baru Wings Air ini dibuka. Dibukanya rute ini dalam rangka pengembangan pasar dan permintaan pasar yang tinggi dikarenakan Kerinci sudah termasuk kota besar.

“Dengan dibukanya Jambi–Kerinci-Jambi ini, agar dapat meningkatkan prospek pariwisata dan peningkatan kegiatan ekonomi secara keseluruhan dikarenakan aksesnya lebih cepat,” katanya.

Adapun jadwal keberangkatan untuk rute terbaru ini yaitu  Jambi–Kerinci pukul 08.55 WIB, Kerinci–Jambi pukul 10.00 WIB.


“Dengan dipilihnya jam tersebut, mudah-mudahan cuaca sudah cerah, sehingga bisa melakukan pendaratan dengan baik dikarenakan cuaca Kerinci yang fluktuatif,” ujar Mardanus.

Dikatakannya, harga tiket untuk rute Jambi–Kerinci sekitar Rp 400 ribuan, sedangkan Kerinci–Jambi sekitar Rp 300 ribuan. ”Harganya masih relatif terjangkau untuk penumpang,” sebutnya.

Menggunakan pesawat Wings Air jenis ATR berkapasitas 72 penumpang ini, merupakan rute baru yang keempat dan kelima dalam tahun ini. Sebelumnya Lion Group melalui maskapai Wings Air telah membuka rute penerbangan Jambi menuju Padang, Lampung dan Medan.

Pihaknya menargetkan tingkat keterisian Wings Air dengan tujuan Jambi-Kerinci bisa terpenuhi setiap harinya, mengingat  banyak sekali masyarat yang sudah menunggu rute Jambi - Kerinci. 

Wings Air menargetkan, pada hari pertama penerbangan dibuka, keterisian penumpang diharapkan mencapai 60 persen. 

Mengenai kelayakan bandara Depati Parbo sendiri, Mardanus mengatakan, secara prinsip layanan bandara sudah terpenuhi terutama pelayanan dasar seperti dari sisi safety.

"Namun untuk fasilitas dan layanan lainnya, memang masih perlu penambahan", katanya.


HKK Provinsi Jambi miliki gedung Mewah

KERINCI - Apa yang menjadi cita-cita sejak lama Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) provinsi Jambi untuk miliki gedung sendiri, akhirnya terwujud, setelah  selasa kemaren (4/7) HKK Provinsi Jambi membeli sebidang tanah dan bangunan dengan harga 2,2 milyar rupiah.

Akmal Khatab salah seorang pengurus HKK Provinsi Jambi dalam keterangannya menyampaikan  rasa syukur dan terima kasih atas pembelian gedung untuk HKK provinsi Jambi. Ini sebuah gerakan yang luar biasa dari ketua umum HKK Provinsi dan HKK Kota Jambi, ucapnya.

Semtara itu ketua umum HKK Provinsi Jambi Ramli Taha, SH., MH menyampaikan "Alhamdulillah, pada hari ini tepat pukul 17.30 telah dibeli sebidang tanah dan bangunan gedung HKK Provinsi Jambi senilai Rp. 2,2 Miliyar yg berlokasi di komplek Kota Santri, depan pondok pesantren As'ad. Di RT 10, Olak Kemang, Kec. Danau Teluk, Kota Jambi. Gedung ini akan kita gunakan sebagai Sekretariat dan Gedung Serbaguna Bersama. Puluhan kamar telah tersedia di dalamnya. Hal ini terwujud berkat usaha semua pihak yang harus diapresiasi," ujar Pengacara senior ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua HKK Kota Jambi, Salman Alparisi Agus Jaya  berkat kerjasama semua pihak akhirnya Gedung HKK Provinsi Jambi bisa terwujud.

"Alhamdulillahirobbilalamin dengan semangat kebersamaan akhirnya gedung HKK Provinsi Jambi dapat terwujud. mudah-mudahan gedung ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk seluruh masyarakat Kerinci yang ada di provinsi Jambi semoga hkk Jaya dan sukses selalu amin ya robbal alamin," ungkap politisi Golkar.

Menurut pantaun dilapangan, gedung HKK ini berlokasi di area tanah seluas 40 tumbuk, dengan puluhan kamar yang juga tersedia di dalamnya. Gedung ini juga telah diresmikan pembangunannya oleh Gubernur Jambi pada saat itu, Hasan Basri Agus. (KB)

Inilah sosok perempuan energik asal Kerinci, yang berpeluang dampingi SY Fasha

Kiri ke Kanan: Walikota Jambi SY Fasha, Yuliana Fasha, dan Camat Pal Merah: Hj. Mursida

Sosok perempuan energik satu ini, beberapa bulan terakhir telah mencuri perhatian publik. Ia aktif memposting kegiatan-kegiatannya di media sosial yang memperlihatkan bahwa program kerjanya menyentuh masyarakat di kecamatan yang ia pimpin.
Dia memiliki sifat yang luwes, supel, cerdas dan suka membaur dengan masyarakat. Gaya kepemimpinannya mirip dengan Tri Rismaharini alias Risma, Walikota Surabaya, Jawa Timur. Tak heran, jika ia saat ini menjadi sosok yang dirindukan masyarakat Kota Jambi. 
Sosok itu adalah camat Pal Merah Kota Jambi, bernama Mursida Juni, yang biasa dipanggil masyarakat dengan sapaan Bunda. Bunda memiliki perawakan yang sedang, dengan dandanan tanpa Make up. 
Ibu dua anak ini bertutur kalau ia lahir dari keluarga kurang mampu asal Kabupaten Kerinci 55 tahun yang silam. Sosok Bunda, kini dianggap telah berhasil merepresentasikan demokrasi yang kian hari kian cair. Atas keberhasilan tersebut, dia kini mendapat respon dari sejumlah partai politik untuk dapat mengikuti Pilwako Jambi yang akan digelar tahun depan. 
Dua partai besar yang berkuasa telah membuka peluang bagi Mursida, yaitu PDI Perjuangan dan Partai Golkar.
Sekretaris DPD I Partai Golkar, Sufardi Nurzain, mengatakan bahwa partainya terbuka bagi siapa saja untuk mencalon. “Siapa saja bisa bergabung dengan Golkar,” kata Sufardi. Hanya saja, Ketua DPD I Golkar Zoerman Manaf telah menjatuhkan pilihannya kepada Syarif Fasha, Ketua DPD Kota Jambi sebagai calon Kada yang akan diusung Partai Golkar pada Pilwako Kota Jambi 2018 mendatang. 
Sufardi melanjutkan bahwa peluang untuk menjadi calon pendamping Fasha masih terbuka. “Untuk pendamping bisa saja. Tergantung Fasha, karena Pak Zoerman memberi mandat langsung kepada Pak Fasha untuk menentukan pendampingnya pada Pilwako nanti,” pungkasnya.
Pengamat Politik Jambi, Navarin Karim, menyebutkan bahwa kemunculan sosok Mursida pada bursa Pilwako Jambi diyakini bakal menarik dan mewarnai pesta akbar lima tahunan ini. Mengingat, nama Mursida cukup dikenal di tengah masyarakat Kota Jambi.
“Menarik kalau dia (Mursida) maju, dan sangat perlu untuk diperhitungkan”, ungkap Navarin. Selain gemar blusukan, karakter Mursida ini menurut Navarin juga hampir sama dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Menurutnya, sekali lintas saja, ketika nama Mursida disebut, masyarakat Kota Jambi sudah mengenal.
Beliau ini aktif sekali di tengah masyarakat. Terakhir saya ingat dia ini camat di Jambi Selatan,” ujar Navarin.
Sementara itu Wakil Gubernur Jambi Dr. H. Fachrori Umar juga angkat bicara mengenai sosok Bunda, Fachrori Umar secara gamblang menyebutkan bahwa Mursida adalah ASN teladan yang patut ditiru oleh ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi. 

Saat ditanya kesediannya menjadi Bakal Calon Walikota Jambi di tahun 2018?, Mursida menjawab bahwa “Saya ingin menempatkan jabatan saya di hati masyarakat, bukan di kantong masyarakat. Jika masyarakat menginginkan, kenapa tidak,” tegasnya.
Bagi Mursida, untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan modal sarjana. Hal ini ia ungkapkan dalam sepenggal pantun. “Apalah arti siparang baja, kalau tidak bisa mengupas kelapa. Apalah arti gelar sarjana S1, S2, dan S3, kalau tidak tahu dengan warga,” ulasnya.(KJ)

Diduga curi uang ratusan juta, Pelajar di Sungaipenuh Diringkus Polisi

Ilustrasi
SUNGAI PENUH - IF (17), pelajar salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMK) di Kota Sungaipenuh harus mendekam di balik jeruji besi. Warga Renah Surian, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungaipenuh tersebut ditangkap karena terlibat kasus pencurian uang ratusan juta rupiah.
IF beraksi bersama rekannya berinisial LG (18) yang saat ini masih dicari pihak kepolisian. Keduanya melakukan pencurian di rumah Suhardi, yang merupakan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungaipenuh.
"Pelaku ditangkap Jumat (2/6) kemarin sekira pukul 15.00 WIB di wilayah Sungaipenuh," ujar Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi, Sabtu (3/6).
Selain IF, lanjut Kuswahyudi, dua orang lainnya juga ikut diamankan karena membantu menyembunyikan uang hasil xurian. Keduanya adalah FA (19), pedagang kue yang beralamat di Renah Surian, Kelurahan Pondok Tinggi, serta ED (19), karyawan toko burung yang merupaka warga Desa Gedang, Kecamatan Sungaipenuh.
Kuswahyudi menerangkan, kasus ini bermula pada Rabu (24/5) malam lalu saat anak korban yang bernama Rizki mengajak sejumlah temannya menginap di rumah mereka di RT 09 Dusun Renah Kebelu, Kelurahan Pondok Tinggi. Keesokan harinya, Kamis (25/5), sekira pukul 08.00 WIB Rizki terbangun dan langsung mencuci piring.
Rizki juga sempat mengambil baju di dalam kamar. Setelah itu, pintu kamar tersebut dikuncinya kembali dan diletakkan di bawah barang pecah belah. Sekitar pukul 10.30 WIB, ia pergi keluar rumah untuk menjemput ibunya di Pungut Tengah.
"Saat itu juga, teman-temannya keluar dari rumah. Pintu rumah juga dikunci dengan rapat," terang Kuswahyudi.
Namun saat pulang sekira pukul 13.30 WIB, Rizki dan ibunya melihat rumah sudah dibongkar. Uang tunai Rp 250 juta dan perhiasan sebanyak 23 emas, 2 unit handphone merk Iphone dan Xiaomi 4 serta 3 unit power bank juga raib.
Kejadian ini lantas dilaporkan ke Polres Kerinci. Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian lantas mencurigai IF yang kehidupannya tiba-tiba berubah, dimana ia bisa  membeli sepeda motor Yamaha King.
"Setelah dilakukan introgasi, akhirnya IF mengakui bahwa ia yang melakukan pencurian di rumah korban. Dia mengaku jika melakukan pencurian bersama temannya LG (18) yang kini masih diburu," beber Kuswahyudi.
Lebih lanjut Kuswahyudi mengatakan, kasus ini kini ditangani Polres Kerinci. Terkait kasus ini, juga diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 113 juta, perhiasan emas berupa gelang dan kalung, 1 unit Handphone Merk OPPO A371 warna rose gold, 1 unit Sepeda motor Yamaha RX King san 1 pasang Velg sepeda motor Yamaha Rx King. (KJ)

H. Fauzi Siin mantan Bupati Kerinci, Tutup Usia

Suasana Upacara Pelepasan Jenazah Alm. Fauzi Siin menuju Sungai Penuh
KERINCI – Berita  duka Kembali menyelimuti warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Pasalnya, Mantan Bupati Kerinci Dua periode 1999 – 2009, H Fauzi Siin, Jumat sore (24/2) sekitar pukul 15.30 Wib ini dikabarkan meninggal dunia.


Jenazah Fauzi Siin telah diberangkatkan dari Jambi sekitar pukul 16.30 wib menuju ke rumah duka yakni di Desa Talang Lindung, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.

Dalam upacara pelepasan jenazah yang dilaksanakan di kediaman duka Telanai Indah, tampak hadir beberapa tokoh Kerinci dan Sungai Penuh seperti  Ramli Taha (Ketua HKK Provinsi Jambi), H. Dasra, H. Adnan Yusuf, H. Nasrul Qadir, dan lain sebagainya.  


Sementara itu, ucapan duka tak henti-hentinya diucapkan masyarakat kota sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci melalui media sosial ataupun kunjungan langsung ke rumah duka. 

Ucapkan duka juga di ucapkan Bupati dan wakil Bupati Kerinci atas nama pemerintah kabupaten Kerinci.


Wakil Bupati Zainal Abidin, SH.MH saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan “Atas nama Pemerintah, keluarga dan masyarakat Kabupaten Kerinci, turut berduka yang mendalam atas kepergian H. Fauzi Siin. Beliau merupakan sosok yang memiliki dedikasi, disiplin, dan komitmen yang tinggi untuk pembangunan kabupaten kerinci dan Kota Sungai Penuh”.


Terpisah, ucapan duka untuk mediang H.Fauzi Siin disampaikan Bupati Kerinci H. Adi Rozal melalui akun medsos  Kabag Humas dan Protokoler kabupaten Kerinci MOUNTRI FRIADY.


Innalillahi wainnailaihirrojjiun, Bupati Kerinci Bapak DR H Adirozal MSi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya H Fauzi Siin (mantan bupati kerinci 2 periode) ke rahmatulloh hari ini Jum’at 24 Februari 2017.

Pemerintah Kabupaten Kerinci Turut Berduka cita atas meninggalnya mantan Bupati Kerinci H. Fauzi Siin. “selamat jalan Bapak H Fauzi Siin semoga tenang dialam sana dan insaalloh saya akan menghadiri pelepasannya ke tempat peristirahatan terakhir,” ungkap Bupati Kerinci H. Adi Rozal. (AW)

Irman Jalal CS di vonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor Jambi

Irma Jalal dalam salah satu aktivitas
Irman Jalal, Mantan Kepala BPBD Sungaipenuh yang terlibat dalam dugaan korupsi uang makan minum pegawai Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sungaipenuh, divonis terbukti bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi dalam persidangan Senin (16/01).

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi yang diketuai oleh Barita Saragih, menjatuhkan vonis 1 tahun penjara serta denda Rp 50 juta terhadap Irman Jalal. Mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungaipenuh ini dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi uang makan minum pegawai pemadam kebakaran (damkar) Sungai Penuh.

Selain itu, terdakwa juga dihukum untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 327 juta, jika tidak dibayar satu bulan setelah putusan tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk negara.

Sementara itu, dua orang anak buah Irman Jalal yang juga terseret dalam kasus dugaan yang sama, juga divonis bersalah oleh majelis hakim. Keduanya adalah Herman Jayadi, yang merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) kantor Damkar Sungaipenuh tahun 2014-2015, serta Junaldi yang merupakan PPTK tahun 2015.  Vonis yang dijatuhkan terhadap Herman Jayadi dan Junaldi lebih tinggi dari Irman Jalal. Herman Jayadi dijatuhi vonis 2 tahun 5 bulan penjara, serta denda Rp 50 juta subsidar 1 bulan kurungan. Selain itu, ia juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar 166 juta, yang apabila tidak dibayarkan maka diganti pidana kurungan 1 bulan.

Ketua Majelis Hakim Barita Saragih, dalam pembacaan putusan menyatakan “Terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam dakwaan subsidair”. (KG)

Mansur Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

Ilustrasi/google.com
SUNGAI PENUH - Warga Desa Sandaran Galeh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungaipenuh beberapa hari terakhir ini dihebohkan dengan kabar hilangnya salah satu warganya di Renah Kayu Embun (RKE). Warga yang dikabarkan hilang itu diketahui bernama Mansur, seorang kakek berusia 75 tahun. Menurut informasi, Mansur sudah menghilang sejak Minggu (8/1) lalu.

Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, akhirnya Mansur pada Kamis Pagi (12/1) ditemukan. Naasnya, Mansur ditemukan sudah tidak bernyawa.

Penemuan Mayat Mansur, merupakan pengembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Kerinci setelah mengintrogasi beberapa orang kerabat korban yang tinggal berdekatan. Penyelidikan itu akhirnya membuahkan hasil, dan menjawab teka-teki misteri dari hilangnya Mansur dalam beberapa hari belakangan ini.
 


Terkait lokasi penemuan dan adanyan dugaan bahwa Mansur tewas dibunuh, Dedi mengaku sejauh ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lengkap mengenai kronologis penemuan jenazah Mansur tersebut. Pasalnya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk memanggil beberapa saksi.

“Informasinya jenazah ditemukan di sungai, kita masih melakukan penyelidikan, beberapa saksi kita panggil untuk dimintai keterangannya lebih lanjut,” tutup Dedi. (KJ)